Senin, 05 Desember 2016

Kadispora Provinsi Riau Berharap Barisan Muda Riau Dapat Menghasilkan Pemuda/i Berkualitas Dan Potensial

Pengurus Barisan Muda Riau Bersama Kadispora Prov. Riau
Pekanbaru ( FORLETNEWS.COM) – Kepala Dinas Pemuda & Olahraga H. Doni Aprialdi Sambut kunjungan pengurus pusat Barisan Muda Riau (BMR), dalam rangka silahturahmi dan Audiensi terkait pemberdayaan generasi muda yang berkualitas.
Terkait permohonan audiensi yang disampaikan oleh Barisan Muda Riau (BMR) yang dikirim pada hari jum’at 02 Desember 2016 yang telah direspon oleh dinas pemuda & olahraga (dispora) untuk bisa melaksanakan kegiatan audiensi pada hari Senin, (05/12/2016) yang bertempat dikantor Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau Jl.Soetomo, Pukul 14.30 wib.

Foto : Pengurus BMR Bersama Kadispora Prov. Riau H. Doni Aprialdi
Foto : Pengurus BMR Audiensi Dengan Kadispora Prov. Riau H. Doni Aprialdi

Bapak H. Doni Aprialdi, S.H. selaku Kepala Dinas Pemuda & olahraga (kadispora) Provinsi Riau, sangat merespon kedatangan para aktifis Barisan Muda Riauuntuk berkunjung, terkait tujuan audiensi dan bersilaturahmi sekaligus membahas tentang kepemudaan dan peran pemuda yang mana sebagai Organisasi kepemudaan, kegiatan ini sangatlah penting untuk dilakukan.
Terkait peran pemuda/i pada saat ini, dimana wadah kreatifitas pemuda/i Riauyang berpotensi agar menjadi kemampuan yang menghasilkan regenerasi muda Riau yang hebat kedepannya.
Dalam diskusinya Doni Aprialdi.S.H selaku Kadispora mengatakan bahwa “ pemuda dan pemudi Riau harus sadar akan perannya sebagai pemuda, bahwa seluruh pemuda Riauharus bisa mengemudikan haluan riau yang baik kedepannya, sehingga untuk kemajuan dan generasi Riau yang lebih baik Seluruh pemuda/i riau bisa berperan mewujudkankannya, Dalam mewujudkan itu tidak bisa lepas dari proses dan perjuangan pemuda/i baik secara Akademis maupun pengembangan bakat”
Dalam hal ini Irham Rosyadi  selaku Ketua Umum Barisan Muda Riau (BMR)menyampaikan kepada  FORLETNEWS.COM bahawa “ pemuda dan pemudi Riau yang bergabung dalam Barisan Muda Riau (BMR) sudah merupakan bentuk nyata dari peran pemuda/i yang berperan untuk generasi Riau yang lebih baik. Berbeda keahlian namun satu tujuan dan terorganisir dalam Organisasi Barisan Muda Riau (BMR) kedepannya akan menjadi kader berbakat dan intelektual sebagai penerus Generasi pemuda Riau yang Berkualitas.
pada saat kegiatan audiensi berlangsung Bapak Kadispora juga menceritakan pengalamannya saat dulu pernah menjadi aktifis, beliau juga menegaskan bahwa “sumber daya manusia itu sangatlah penting untuk kemajuan suatu daerahnya, tentunya dengan bergabung dalam sebuah organisasi seperti BMR yang turut serta memberdayakan generasi muda yang berkualitas dan potensial”. sebutnya.
“Dan harapannya hubungan harmonis antara Dispora Provinsi Riau dengan organisasi kepemudaan Barisan Muda Riau ini dapat terus berlanjut dan menjalin kerjasama yang baik. Dan dengan berdirinya organisasi BMR ini dapat memberi contoh yang baik pada pemuda yang lain, untuk menghasilkan para pemuda/i yang berkualitas dan potensial”. tutup Doni Aprialdi Kadispora Prov. Riau
Laporan (DB)

Kamis, 10 September 2015

hutan terbakar | riaubertuah.co
PEKANBARU, RIAUBERTUAH.CO Prihatin dengan bencana asap Riau, Koalisi Penyelamat Sumber Daya Alam Riau (Koalisi PSDA Riau) gelar diskusi terkait upaya penuntasan asap Riau, di ruang pertemuan Hotel De Whitte, Pekanbaru.
Koalisi PSDA Riau ini terdiri dari jejaring LSM yang focus dalam Kajian Lingkungan Hidup. Jikalahari, Fitra Riau, Walhi Riau, Greenpeace, Riau Corruption Trial, Yayasan Elang, Yayasan Mitra Insani, WWF Riau dan Telapak BT Riau.
Wakil Koordinator Jikalahari Made Ali menyebutkan pemerintah pusat maupun daerah dinilai gagal mencegah kabut asap yang terjadi saban tahun. Menurut Made, penanganan yang selama ini dilakukan hanya sebatas pendekatan reaktif. Penanganan dilakukan jika ada kebakaran saja.
“Koalisi PSDA Riau mendorong Pemerintah untuk menyelesaikan Karhutla di Riau ini dengan menggunakan pendekatan Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam (GNPSDA) sebelum dan seudah cuaca ekstrim melanda Riau,” ucap Alumnus Hukum Universitas Riau ituhadapan forum diskusi.
Pemerintah pusat maupun daerah, menurut Made selama ini hanya menangani kebakaran ketika menghadapi cuaca ekstrim. Terlebih pemerintah daerah tak punya anggaran sama sekali untuk mengatasi kabut asap ini.
Dana operasional untuk mengatasi Karhutla itu ada 40 Miliyar dan dana itu sepenuhnya dari BNPB pusat. Dalam APBD itu tak pernah dianggarkan. Dana sebesar itupun hanya bisa dianggarkan untuk Karhutla Riau dengan menggunakan status Siaga Darurat seolah ini adalah bencana alam, padahal tidak,” tegas Made.
Tampaknya tidak ada langkah kongkrit dari Pemerintah Pusat maupun Daerah untuk menuntaskan kabup asap di Riau, yang jelas – jelas akan membuat masyarakat semakin menderita dengan ditambah ekonomi yang lemah saat ini. riaubertuah.co
Editor   :  Rio
Pekanbaru-Riaubertuah.co – Mahasiswa kehutanan Universitas Riau bagikan 1000 masker gratis Kepada masyarakat Pekanbaru .Kegatan bagi bagi masker gratis ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan seperti ispa Karena kabut asap yang menelimuti Kota Pekanbaru.
Pembagian masker dilakukan, Pada hari Kamis tanggal 03 September 2015 puluhan Mahasiswa turun ke jalan dalam rangka pembagian 1000 masker gratis di tugu zapin depan kantor Gubernur Riau dijalan Jendral Sudirman.
Koordinator lapangan Ari Wispinaldo mengatakan kepada riaubertuah.co, “pembagian masker ini sehubung kondisi udara di Pekanbaru menurun kelevel berbahaya. Hari ini kita bagikan 1000 masker secara gratis, terutama kepada pengguna sepeda motor. kami harapkan kepada masyrakat apabila beraktivitas memakai masker’’ Tutur Ari wispinaldo’’
Pantauaan di Pekanbaru, asap pekat terasa pekat dipagi hari dibawah pukul 07.00 wib. Jarak pandang rata- rata dibawah satu kilometer. Namun pada pukul 08.00 wib mulai diatas satu kilo meter.
Akibat bencana ini, secara umum aktivitas masyarakat sudah mulai terganggu beraktivitas seperti sekolah SD, SMP, dan SMA di Pekanbaru sudah mulai dilburkan.
Aksi Mahasiswa kehutanan turun ke jalan ini sangat di sambut baik oleh masyarakat dan mendapatkan dukungan dari dinas Kehutanan Provinsi Riau ’’Tuturnya’’

Editor     :  r*o

Kamis, 16 Oktober 2014

Usut Tuntas Korupsi Anggaran Rezim Pemerintahan Herlian Saleh Bupati Bengkalis


PhotoAksi BMR Usuk Korupsi Bupati Bengkalis di Kejati Riau
Semangat Revolusi Mental yang diusung oleh Presiden terpilih Jokowi Widodo harus disambut dengan baik oleh seluruh lapisan rakyat Indonesia dan ini harus tetap dikawal oleh partisipatif Rakyat untuk menuntut janji pemerintah agar benar-benar direalisasikan. Kami memandang berbicara Revolusi Mental yang juga merupakan bagian penting dan mendesak untuk segera dilakukan yaitu persoalan Revolusi Mental birokrasi yang selama ini bermental korup dan oportunis menjadi mental yang jujur dan pengabdian sepenuhnya kepada rakyat.

Dugaan korupsi APBD Kabupaten Bengkalis bernilai fantastis dan terindikasi tersistimatis serta adanya keterlibatan oleh rezim pemerintah Kabupaten Bengkalis, harus ada titik terang dalam pengungkapan dalang pelaku sampai keakar-akarnya sejalan dengan cita-cita perbaikan nasional untuk melakukan Revolusi Mental.

Hasil pengamatan kami Aliansi Bengkalis Menggugat (ABM) ada dugaan keterlibatan Bupati Bengkalis atas kekuasaan / jabatannya terhadap beberapa kasus korupsi di Kabupaten Bengkalis dan kami memandang salah satu orang yang harus di minta pertanggung jawabannya atas terjadinya perampokan uang rakyat (APBD)  Kabupaten Bengkalis di beberapa kasus adalah Bupati Bengkalis, tetapi sangat disayangkan sampai saat ini Bupati Bengkalis belum ada diperiksa atau diminta pertanggung jawabannya oleh aparat penegak hukum.

Berikut ini dari hasil pengamatan kami Aliansi Bengkalis Menggugat (ABM) ada beberapa kasus dugaan korupsi dan dugaan keterlibatan Bupati Bengkalis yaitu sebagai berikut:
1.        Dugaan keterlibatan Bupati Bengkalis dalam korupsi penyertaan modal senilai 300 M ke PT. Bumi Laksamana Jaya (BLJ) BUMD Kabupaten Bengkalis.
Terdapat beberapa kejanggalan dalam peraturan Daerah terkait penyertaan modal 300 M ke PT.BLJ diantaranya membuka keran penyelewengan penggunaan dana dengan menetapkan peraturan tentang bisa dicairkan dana oleh anak-anak perusahaan dan ini terungkap adanya penipuan seorang perempuan berinisial S salah satu pegawai atau pimpinan di salah satu anak perusahaan PT BLJ, bahkan ada dugaan kuat dana penyertaan modal Rp300 miliar bukan hanya untuk membangun pembangkit listrik di Kecamatan Pinggir dan Bukitbatu, tetapi mengarah kepada praktek money laundry (pencucian uang).
Ditemui adanya indikasi penipuan yang dicantumkan dalam lembaran pada Perda dari hasil yang dibahas dengan DPRD Kab. Bengkalis untuk itu kami meminta agar Kejati melihat risalah paripurna pembahasan perda penyertaan modal PT.BLJ. 

2.        Dugaan kongkalikong dan korupsi keluarga dan kroni Bupati Bengkalis dengan Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan Pokja ULP Kabupaten Bengkalis.
Keterlibatan oknum anggota DPRD yang juga selaku anak Bupati Bengkalis, Tim Sukses dll sehingga tidak mengacu pada ketentuan perundang – undangan yang berlaku terkait pelelangan barang dan jasa.

Demikian dugaan korupsi dan keterlibatan Bupati Bengkalis yang kami ungkap, dengan harapan ada tindak lanjut penegakan hukum tanpa tebang pilih  oleh Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau dan atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Pekanbaru, 15 Oktober 2014
Sekretaris PC. BMR Kota Pekanbaru

Ricky Sanjaya